Pages

Kamis, 06 Februari 2014

Golden Rice

Hai, sobat, sudah pada makan apa belum? dalam sesi ini kita ulas sama-sama tentang evolusi makanan pokok kita sehari-hari. Pastinya kalian tahu apa itu nasi, ya, nasi berasal dari padi. yok, baca penjelasannya...
Padi bersifat panas dan kering. Padi termasuk biji-bijian yang amat layak menjadi makanan, setelah gandum. Bahkan paling mudah dicerna dan paling ringan menekan perut, memperkuat lambung dan mencucinya untuk kemudian mengendap di dalamnya beberapa saat. Bahkan kalangan medis India beranggapan bahwa padi itu adalah makanan terbaik dan paling bermanfaat bila dimasak dengan susu lembu. Padi memiliki khasiat menyuburkan tubuh, menambah produksi air mani, meningkatkan gizi dan membersihkan pigmen tubuh.
Perkembangan zaman yang semakin modern, Prof. Dr. Ingo Potrycus seorang pakar bioteknologi tumbuhan dari Institute of Plant Sciences, Zurich, Swiss, menciptakan Golden Rice. Golden Rice merupakan padi transgenik yang di dalamnya mengandung beta-karotena (pro-vitamin A) pada bagian endospermanya. Kandungan beta-karotena ini menyebabkan warna berasnya tersebut tampak kuning-jingga sehingga kultivarnya dinamakan 'Golden Rice' ("Beras Emas"). Pada tipe liar (normal), endosperma padi tidak menghasilkan beta-karotena dan akan berwarna putih hingga putih kusam. Di dalam tubuh manusia, beta-karotena akan diubah menjadi vitamin A. Kultivar padi ini dibuat untuk mengatasi defisiensi atau kekurangan vitamin A yang masih tinggi prevalensinya pada anak-anak, terutama di wilayah Asia dan Afrika.
Tetapi, kehadiran padi emas tidak diterima sepenuhnya oleh masyarakat dunia. Sebagian masyarakat tidak menyetujui budidaya padi emas karena adanya kekhawatiran akan terjadinya perubahan lingkungan atau ekosistem dan hilangnya plasma nutfah yang akan mengakibatkan menurunnya keanekaragaman hayati. Mereka takut padi emas yang ditanam dapat menularkan sifat mutasinya ke tanaman alami lain. Hal ini mungkin terjadi bila padi emas ditanam bersama padi jenis lain dalam satu lahan yang berdekatan sehingga polen (benang sari) padi emas dapat membuahi padi lain. Hal lain yang ditakutkan adalah apabila sifat yang diciptakan oleh ilmuwan ternyata bisa berubah dan melenceng jauh dari yang diharapkan. Masyarakat juga takut mengonsumsi padi emas karena takut akan membahayakan kesehatan.
ok, kesimpulannya terserah pada kalian, mau yang putih atau yang emas. Semuanya bergizi, kok. Asal jangan makan yang emas di kali, lho. haha... (sekilas komedi). Healthy Living...



0 komentar:

Posting Komentar