Pages

Kamis, 27 Februari 2014

Memakan dan Dimakan



 Nah, kali ini kita ulas yang berkaitan dengan kebiasaan kita sehari-hari. Ya, bener! Makanan, daripada bengong aja, silakan baca, ya. Healthy Living...


1.      Cara duduk saat makan
Diriwayatkan dengan shahih bahwa Rasulullah bersabda, “Aku tidak akan makan sambil bersandar.”

Arti bersandar dalam haditsdi atas di tafsirkan sebagian ulama dengan bersila. Ada juga yang menafsirkan, “bersandar pada sesuatu” ada juga yang menafsirkan bahwa artinya adalah bersandar dengan salah satu sisi tubuh.
Salah satu dari tiga pengertian itu, bersandar dengan salah satu sisi tubuh itulah yang berbahaya saat makan, karena bisa menghalangi proses masuknya makanan secara alami dalam kondisi yang wajar sehingga akan sulit mencapai lambung bahkan menerima makanan. Demikian juga karena posisi tubuh miring dan tidak tegak, makanan tidak akan mudah mencapai lambung.
Adapun dua penafsiran lainnya, termasuk cara duduk orang-orang yang sombong, berkebalikan duduknya seorang hamba.
Makanan akan terkonsumsi dalam kondisi terbaik seandainya seseorang menyantapnya dalam posisi yang sealami mungkin. Itu hanya bisa terjadi kalau seseorang duduk dengan tegak lurus secara alami pula.

2.      Cara menyantap makanan
Beliau bisa makan dengan menggunakan tiga jarinya. Itu cara terbaik dalam makan. Makan dengan menggunakan dua atau satu jari amatlah tidak nyaman, tidak menyenangkan, dan hanya bisa membuat kenyang dalam waktu lama.

3.      Karakter dan komposisi makanan
Rasulullah tidak pernah menggabungkan antara susu dengan ikan, antara susu dengan yoghurt atau antara dua jenis makanan yang sama-sama panas, sama-sama dingin, sama-sama lengket, sama-sama berserat kasar, sama-sama berunsur pencahar, sama-sama kental atau sama-sama cair. Beliau juga tidak pernah mencampuradukkan dua jenis makanan yangtidak mungkin dicampur, atau antara dua jenis makanan yang berunsur pencahar, antara yang sulit dicerna dengan yang mudah dicerna, antara makanan panggang dengan makanan yang dimasak, antara yang segar dengan yang sudah didendeng atau dikeringkan, antara susu dengan telur, atau antara daging dengan susu. Beliau juga tidak mau menyantap makanan saat masih panas, atau makanan kemarin yang dihangatkan lagi keesokan harinya, atau makanan basi dan terlalu asin; seperti makanan yang diasinkan dan makanan yang direndam dengan air cuka. Karena semua jenis makanan tersebut memang berbahaya dan kondisi tubuh yang prima.
Beliau terkadang menetralisir bahaya yang terkandung pada suatu makanan dengan makanan yang lain jika memang bisa mengusahakannya. Beliau menetralisir makanan yang panas dengan yang berunsur dingin, yang kering dengan yang berunsur lembab. Contohnya saat beliau menyantap timun dengan kurma atau menyantap kurma dengan minyak samin. Beliau juga biasa meminum sari buah kurma untuk menetralisir makanan-makanan yang tajam.

0 komentar:

Posting Komentar