Nah, kali ini kita ulas yang berkaitan dengan kebiasaan kita sehari-hari. Ya, bener! Makanan, daripada bengong aja, silakan baca, ya. Healthy Living...
1.
Cara duduk saat makan
Diriwayatkan
dengan shahih bahwa Rasulullah bersabda, “Aku tidak akan makan sambil
bersandar.”
Arti bersandar dalam haditsdi atas di tafsirkan
sebagian ulama dengan bersila. Ada juga yang menafsirkan, “bersandar pada
sesuatu” ada juga yang menafsirkan bahwa artinya adalah bersandar dengan salah
satu sisi tubuh.
Salah satu dari tiga
pengertian itu, bersandar dengan salah satu sisi tubuh itulah yang berbahaya
saat makan, karena bisa menghalangi proses masuknya makanan secara alami dalam
kondisi yang wajar sehingga akan sulit mencapai lambung bahkan menerima
makanan. Demikian juga karena posisi tubuh miring dan tidak tegak, makanan
tidak akan mudah mencapai lambung.
Adapun dua penafsiran
lainnya, termasuk cara duduk orang-orang yang sombong, berkebalikan duduknya
seorang hamba.
Makanan akan terkonsumsi
dalam kondisi terbaik seandainya seseorang menyantapnya dalam posisi yang
sealami mungkin. Itu hanya bisa terjadi kalau seseorang duduk dengan tegak
lurus secara alami pula.
2.
Cara menyantap makanan
Beliau bisa makan dengan
menggunakan tiga jarinya. Itu cara terbaik dalam makan. Makan dengan
menggunakan dua atau satu jari amatlah tidak nyaman, tidak menyenangkan, dan
hanya bisa membuat kenyang dalam waktu lama.
3.
Karakter dan komposisi makanan
Rasulullah tidak
pernah menggabungkan antara susu dengan ikan, antara susu dengan yoghurt atau
antara dua jenis makanan yang sama-sama panas, sama-sama dingin, sama-sama
lengket, sama-sama berserat kasar, sama-sama berunsur pencahar, sama-sama
kental atau sama-sama cair. Beliau juga tidak pernah mencampuradukkan dua jenis
makanan yangtidak mungkin dicampur, atau antara dua jenis makanan yang berunsur
pencahar, antara yang sulit dicerna dengan yang mudah dicerna, antara makanan
panggang dengan makanan yang dimasak, antara yang segar dengan yang sudah
didendeng atau dikeringkan, antara susu dengan telur, atau antara daging dengan
susu. Beliau juga tidak mau menyantap makanan saat masih panas, atau makanan
kemarin yang dihangatkan lagi keesokan harinya, atau makanan basi dan terlalu
asin; seperti makanan yang diasinkan dan makanan yang direndam dengan air cuka.
Karena semua jenis makanan tersebut memang berbahaya dan kondisi tubuh yang
prima.
Beliau terkadang
menetralisir bahaya yang terkandung pada suatu makanan dengan makanan yang lain
jika memang bisa mengusahakannya. Beliau menetralisir makanan yang panas dengan
yang berunsur dingin, yang kering dengan yang berunsur lembab. Contohnya saat
beliau menyantap timun dengan kurma atau menyantap kurma dengan minyak samin.
Beliau juga biasa meminum sari buah kurma untuk menetralisir makanan-makanan
yang tajam.






0 komentar:
Posting Komentar