Dewasa ini, banyak orang lebih
memilih menggunakan toilet duduk dibandingkan toilet jongkok karena dirasa
lebih nyaman dan lebih praktis. Padahal, toilet duduk mempunyai efek yang tidak
bagus untuk jangka panjang.
Mengapa?
Saat posisi duduk, usus bagian
bawah akan tertekuk sehingga proses pembuangan tidak dapat berlangsung efektif
tanpa bantuan mengejan (Jawa : ngeden). Padahal, mengejan dan dorongan
ke bawah sambil menahan napas akan meningkatkan tekanan dalam usus bagian bawah
serta menyebabkan regangan dan pembengkakan pembuluh darah balik membentuk hemorrhoid
(wasir), terutama jika kebiasaan ini dilakukan secara kontinu dalam jangka
panjang.
Apakah ada datanya?
Data menunjukkan bahwa penderita
wasir banyak ditemui di negara-negara barat. Di Amerika misalnya, sekitar
setengah dari populasi akan mengalami hemorrhoid sebelum mencapai usia
50 tahun. Sebaliknya, tergolong jarang ditemukan di sebagian besar wilayah
Asia, Timur Tengah dan Afrika.
Setelah ditelaah lebih lanjut, ternyata
perbedaan insiden hemorrhoid tersebut terjadi bukan tanpa alasan, yaitu
terkait dengan penggunaan toilet duduk. Pada toilet ini, pengguna akan dipaksa
mengejan untuk mendorong gerakan usus. Kebiasaan mengejan dapat meningkatkan
tekanan dalam perut dan merupakan salah satu faktor yang mendasari terbentuknya
hemorrhoid. Studi yang dilakukan Dr. B. A. Sikirov pada tahun 1987 telah
membuktikan kebenaran hipotesa ini.
Namun, sedikit ironis, meski
penelitian tersebut telah dilakukan lebih dari 20 tahun lalu, masih banyak orang
yang tidak waspada dan menyadari akibat dari penggunaan toilet duduk ini.
Ngeri, kan? Maka
bersyukurlah bagi Anda yang tidak bisa poop di toilet duduk, karena
kenyataannya tidak sehat bagi diri kita. Dan gak usah gengsi
kalau dibilang “ih! Kamu ndeso, gak bisa pakek toilet
duduk”, mending ndeso daripada sengsara konyol gara-gara toilet
duduk. Ok, keputusan berada di tangan Anda. Healthy Living...






0 komentar:
Posting Komentar