Pages

Sabtu, 18 Januari 2014

Jongkok Vs Duduk


Dewasa ini, banyak orang lebih memilih menggunakan toilet duduk dibandingkan toilet jongkok karena dirasa lebih nyaman dan lebih praktis. Padahal, toilet duduk mempunyai efek yang tidak bagus untuk jangka panjang.





Mengapa?
Saat posisi duduk, usus bagian bawah akan tertekuk sehingga proses pembuangan tidak dapat berlangsung efektif tanpa bantuan mengejan (Jawa : ngeden). Padahal, mengejan dan dorongan ke bawah sambil menahan napas akan meningkatkan tekanan dalam usus bagian bawah serta menyebabkan regangan dan pembengkakan pembuluh darah balik membentuk hemorrhoid (wasir), terutama jika kebiasaan ini dilakukan secara kontinu dalam jangka panjang.

Apakah ada datanya?
Data menunjukkan bahwa penderita wasir banyak ditemui di negara-negara barat. Di Amerika misalnya, sekitar setengah dari populasi akan mengalami hemorrhoid sebelum mencapai usia 50 tahun. Sebaliknya, tergolong jarang ditemukan di sebagian besar wilayah Asia, Timur Tengah dan Afrika.
Setelah ditelaah lebih lanjut, ternyata perbedaan insiden hemorrhoid tersebut terjadi bukan tanpa alasan, yaitu terkait dengan penggunaan toilet duduk. Pada toilet ini, pengguna akan dipaksa mengejan untuk mendorong gerakan usus. Kebiasaan mengejan dapat meningkatkan tekanan dalam perut dan merupakan salah satu faktor yang mendasari terbentuknya hemorrhoid. Studi yang dilakukan Dr. B. A. Sikirov pada tahun 1987 telah membuktikan kebenaran hipotesa ini.
Namun, sedikit ironis, meski penelitian tersebut telah dilakukan lebih dari 20 tahun lalu, masih banyak orang yang tidak waspada dan menyadari akibat dari penggunaan toilet duduk ini.
Ngeri, kan? Maka bersyukurlah bagi Anda yang tidak bisa poop di toilet duduk, karena kenyataannya tidak sehat bagi diri kita. Dan gak usah gengsi kalau dibilang “ih! Kamu ndeso, gak bisa pakek toilet duduk”, mending ndeso daripada sengsara konyol gara-gara toilet duduk. Ok, keputusan berada di tangan Anda. Healthy Living...    

0 komentar:

Posting Komentar